5 Burung Peliharaan Populer, Kenali Sifat dan Cara Merawatnya Memelihara burung tidak cukup hanya menyediakan sangkar, tempat minum, dan biji bijian. Setiap jenis burung mempunyai karakter sosial, pola makan, kebutuhan ruang, hingga cara berinteraksi yang berbeda. Ada burung yang senang dekat dengan manusia, ada yang lebih nyaman hidup bersama sesama jenisnya, sementara beberapa lainnya lebih cocok dinikmati dari suara dan penampilannya.
Pemilihan jenis menjadi penting karena burung dapat hidup bertahun tahun bersama pemiliknya. Cockatiel dan lovebird, misalnya, dapat hidup lebih dari satu dekade ketika memperoleh perawatan yang baik. Sementara finch mempunyai kebutuhan sosial yang membuatnya lebih nyaman berada bersama burung lain daripada terus menerus disentuh manusia.
Makanan juga tidak boleh dianggap sederhana. Campuran biji yang banyak dijual bukan berarti dapat menjadi satu satunya sumber nutrisi. Dokter hewan unggas menekankan pentingnya makanan yang seimbang karena pola makan berbasis biji saja dapat menghasilkan kekurangan vitamin, mineral, protein, dan nutrisi lain pada sejumlah burung peliharaan.
1. Parkit Cocok untuk Pemilik yang Suka Berinteraksi
Parkit atau budgerigar termasuk burung peliharaan paling populer. Tubuhnya relatif kecil, warnanya beragam, sifatnya aktif, dan kemampuannya berinteraksi dengan manusia membuat burung ini banyak dipilih sebagai peliharaan keluarga.
Budgerigar berasal dari Australia dan dikenal mempunyai sifat sosial, lembut, penuh rasa ingin tahu, serta cukup mudah membangun kedekatan dengan manusia ketika dibiasakan sejak muda. Burung ini menyukai aktivitas terbang, bermain, dan menggigit benda yang aman.
Salah satu hal yang membuat parkit menarik adalah kemampuan meniru suara. Meskipun suaranya tidak sejernih beberapa jenis paruh bengkok berukuran besar, sebagian parkit dapat mempelajari cukup banyak kata dengan latihan yang konsisten.
Pemilik tidak boleh berharap kemampuan bicara muncul secara otomatis. Interaksi, pengulangan kata, rasa aman, serta karakter individu burung sangat menentukan.
Parkit Membutuhkan Aktivitas Setiap Hari
Tubuh kecil bukan berarti parkit cukup ditempatkan dalam sangkar sempit. Burung membutuhkan ruang untuk berpindah tempat, meregangkan sayap, dan melakukan aktivitas.
VCA Animal Hospitals menyarankan kandang burung kecil dibuat cukup luas sehingga hewan dapat bergerak dari satu tenggeran ke tenggeran lain tanpa mengenai benda di sekitarnya serta dapat mengepakkan sayap dengan leluasa. Secara umum, semakin luas kandang semakin baik.
Tenggeran dapat ditempatkan pada beberapa posisi agar burung bergerak. Mainan yang aman untuk burung juga membantu mengurangi kebosanan.
Parkit mempunyai kebiasaan menggigit dan menjelajah dengan paruhnya. Mainan dari bahan yang aman dapat menjadi sarana aktivitas sekaligus membantu burung menggunakan perilaku alaminya.
Jangan Hanya Memberikan Biji
Kesalahan yang masih sering terjadi adalah menganggap parkit cukup diberi biji dan air.
Menurut VCA, parkit rentan mengalami obesitas, kekurangan yodium, dan persoalan nutrisi lain apabila pola makannya tidak seimbang. Burung membutuhkan kombinasi nutrisi yang sesuai, bukan hanya memilih biji yang paling disukainya.
Makanan yang diformulasikan untuk burung dapat menjadi dasar, kemudian dilengkapi bahan segar yang aman sesuai arahan dokter hewan unggas.
Air bersih harus tersedia setiap hari dan wadahnya perlu dibersihkan secara teratur.
Parkit cocok bagi orang yang mempunyai waktu untuk berinteraksi. Bila ingin burung terbiasa naik ke tangan, proses harus dilakukan perlahan tanpa mengejar atau memaksa.
“Menurut penulis, daya tarik parkit justru berada pada kombinasi tubuh kecil dan sifat sosialnya. Pemilik mendapat burung yang aktif tanpa membutuhkan ruang sebesar paruh bengkok berukuran besar.”
2. Cockatiel Terkenal Lembut dan Gemar Bersiul
Cockatiel mudah dikenali melalui jambul di bagian kepala serta bercak berwarna pada pipinya. Burung asal Australia ini termasuk anggota keluarga paruh bengkok dan telah lama menjadi salah satu burung pendamping yang banyak dipelihara.
Karakter cockatiel umumnya lembut dan relatif tenang. VCA menyebut burung ini dapat menjadi pilihan baik sebagai burung pertama bagi keluarga. Cockatiel juga dikenal sebagai pembersiul yang baik, meski kemampuan berbicaranya lebih terbatas dibandingkan beberapa paruh bengkok lain.
Jambulnya ikut membantu pemilik mengenali keadaan burung. Posisi jambul dapat berubah ketika cockatiel tertarik, waspada, santai, atau merasa tidak nyaman.
Pemilik tetap perlu mempelajari bahasa tubuh secara keseluruhan dan tidak hanya melihat satu ciri.
Cockatiel Bisa Sangat Dekat dengan Pemilik
Seekor cockatiel yang dipelihara sendiri dapat menjadikan manusia sebagai bagian penting dalam kehidupan sosialnya.
Hal ini terdengar menyenangkan, tetapi membawa tanggung jawab. Burung yang terbiasa mendapatkan perhatian tidak sebaiknya dibiarkan sendirian tanpa aktivitas dalam waktu panjang setiap hari.
Interaksi dapat berupa latihan sederhana, bersiul bersama, bermain dengan benda yang aman, atau membiarkan burung berada di luar kandang pada ruangan yang telah dibuat aman.
Jendela dan pintu harus ditutup. Kipas angin perlu dimatikan dan benda berbahaya harus dijauhkan ketika burung dibiarkan terbang atau berjalan di luar kandang.
Cockatiel mempunyai rata rata usia hidup sekitar 10 sampai 14 tahun, bahkan beberapa individu dapat hidup lebih lama. Artinya, keputusan memeliharanya membutuhkan kesiapan jangka panjang.
Pola Makan Cockatiel Perlu Dikontrol
Cockatiel secara alami memakan berbagai biji, vegetasi, buah, dan bahan lain sesuai ketersediaan di habitatnya. Kondisi tersebut berbeda dari semangkuk campuran biji komersial yang diberikan sepanjang tahun.
VCA mengingatkan campuran biji cenderung tinggi lemak serta karbohidrat dan dapat tidak seimbang apabila dijadikan satu satunya makanan. Cockatiel antara lain dapat mengalami kekurangan vitamin A serta kalsium.
Makanan formulasi untuk cockatiel dapat digunakan sebagai bagian utama sesuai rekomendasi dokter hewan, dengan sayuran dan bahan segar sebagai pelengkap.
Perubahan makanan sebaiknya tidak dilakukan mendadak. Burung yang sejak lama hanya mengenal biji dapat menolak makanan baru sehingga transisi membutuhkan pengamatan terhadap jumlah makanan yang benar benar dikonsumsi.
3. Lovebird Aktif, Penasaran dan Suka Menggigit Benda
Lovebird mempunyai tubuh kecil dengan warna bulu yang sering sangat mencolok. Nama burung ini membuat sebagian orang beranggapan lovebird selalu harus dipelihara berpasangan, padahal karakter sosialnya lebih kompleks.
Lovebird berasal dari Afrika, kecuali satu jenis yang berasal dari Madagaskar. Peach faced lovebird menjadi salah satu jenis yang paling umum dipelihara. Burung ini dikenal sangat ingin tahu, aktif, suka bermain, dan mempunyai karakter cukup berani.
Kemampuan berbicaranya biasanya tidak menjadi keunggulan utama. Lovebird lebih sering menghasilkan berbagai suara dan celotehan daripada membangun kosakata panjang.
Aktivitas menggigit dan mengunyah juga cukup kuat.
Karena itu, pemilik perlu menyediakan kertas, kayu lunak yang aman, atau mainan khusus burung agar perilaku tersebut mempunyai saluran yang tepat.
Karakternya Bisa Lebih Tegas daripada Ukuran Tubuhnya
Jangan tertipu tubuh lovebird yang kecil.
Sebagian individu mempunyai kepribadian percaya diri dan dapat menunjukkan sikap teritorial. Pendekatan yang kasar dapat membuat burung semakin defensif.
Proses membangun kepercayaan lebih baik dilakukan melalui interaksi rutin dengan pengalaman positif.
Burung tidak perlu dipaksa keluar sangkar atau dikejar menggunakan tangan. Pemilik dapat memulai dengan membiasakan kehadiran manusia, menawarkan makanan yang sesuai, kemudian melakukan latihan naik ke tangan ketika burung sudah lebih nyaman.
VCA merekomendasikan burung baru mendapatkan pemeriksaan dokter hewan yang memahami unggas setelah dibawa pulang. Pemeriksaan rutin juga membantu mengetahui persoalan nutrisi atau kesehatan yang sering sulit terlihat pada tahap awal.
Lovebird Tidak Boleh Hidup dari Kuaci dan Millet
Biji bunga matahari atau millet sangat disukai banyak burung, tetapi rasa favorit tidak sama dengan makanan yang lengkap.
VCA menyebut lovebird dapat memilih hanya satu atau dua jenis biji yang disukainya ketika diberi campuran. Pola seperti ini dapat menghasilkan asupan nutrisi yang tidak seimbang.
Makanan formulasi untuk lovebird disarankan menjadi porsi utama, sementara sayuran serta sedikit buah dapat menjadi bagian lain dari pola makan sesuai kebutuhan individu. Peralihan dari pola makan lama perlu dilakukan secara bertahap.
Air minum harus diganti secara rutin, sedangkan wadah makanan perlu dijaga dari sisa makanan basah yang cepat rusak.
Lovebird juga membutuhkan kesempatan bergerak. Kandang yang hanya cukup untuk bertengger tanpa bisa mengepakkan sayap tidak memberikan ruang aktivitas yang memadai.
4. Kenari Cocok bagi Pencinta Suara Burung
Kenari menawarkan pengalaman memelihara yang sedikit berbeda. Banyak orang memilih burung ini bukan untuk disentuh atau dibawa bermain, melainkan untuk menikmati suara, warna bulu, dan tingkahnya di dalam kandang.
Burung kenari berasal dari Kepulauan Canary, Madeira, dan Azores. Berbagai varietas kemudian dikembangkan dalam penangkaran berdasarkan suara, bentuk tubuh, maupun warna. Jantan pada umumnya dikenal mempunyai kemampuan bernyanyi lebih menonjol.
Kenari relatif mudah dirawat dibandingkan paruh bengkok yang membutuhkan interaksi intensif.
Namun, mudah dirawat bukan berarti dapat diabaikan.
Lingkungan, kebersihan, makanan, kondisi bulu, kuku, dan perubahan perilaku tetap harus diperhatikan.
Kenari Tidak Selalu Senang Sering Dipegang
Pemilik yang menginginkan burung untuk duduk lama di tangan mungkin lebih cocok memilih parkit atau cockatiel.
Kenari lebih sering dipelihara untuk diamati dan didengarkan.
Burung kecil seperti kenari juga dapat lebih sulit dilatih untuk menerima interaksi tangan dibandingkan burung pendamping tertentu.
Hal tersebut bukan kekurangan. Karakter tersebut justru cocok untuk orang yang senang menikmati burung secara visual dan melalui suara tanpa menuntut kontak fisik intensif.
Kandang tetap harus memberikan panjang yang cukup untuk bergerak dan terbang pendek dari satu sisi menuju sisi lainnya.
Tenggeran dengan ukuran yang sesuai dapat ditempatkan pada lokasi berbeda, tetapi jangan memenuhi seluruh ruang dengan terlalu banyak mainan hingga menghalangi penerbangan.
Makanan Kenari Juga Perlu Bervariasi
Kenari terkenal sebagai pemakan biji. Namun, pola makan di alam jauh lebih beragam daripada paket biji di toko.
VCA mengingatkan diet dengan biji dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko obesitas dan gangguan nutrisi. Biji sebaiknya hanya menjadi sebagian dari pola makan, bukan keseluruhannya. Sayuran berdaun tertentu dapat diberikan sebagai bagian dari variasi makanan.
Makanan segar yang tidak habis perlu dikeluarkan sebelum rusak.
Wadah air lebih baik diperiksa beberapa kali karena burung dapat memasukkan sisa makanan atau kotoran ke dalamnya.
Perubahan suara juga patut diamati. Kenari yang biasanya aktif bernyanyi dapat berhenti ketika mengalami pergantian bulu, stres, perubahan lingkungan, atau masalah kesehatan.
5. Zebra Finch Cocok bagi yang Suka Mengamati Kehidupan Sosial Burung
Zebra finch menjadi pilihan menarik bagi orang yang ingin memelihara kelompok burung kecil dengan aktivitas sosial yang hidup.
Finch pada umumnya berukuran kecil, aktif, dan menghasilkan kicauan yang relatif lembut. Mereka lebih nyaman berinteraksi dengan sesama finch daripada membangun kedekatan fisik yang intens dengan manusia.
Karakter tersebut membuat zebra finch berbeda dari parkit dan cockatiel.
Pemilik tidak perlu menjadikan latihan naik ke tangan sebagai tujuan utama. Menyediakan lingkungan yang membuat burung dapat bergerak, berkomunikasi, dan menunjukkan perilaku sosial justru lebih penting.
Mereka dapat ditempatkan dalam kandang luas atau aviari yang sesuai. Pemilik tetap perlu memperhatikan hubungan antarindividu karena beberapa finch dapat mempunyai sifat teritorial dan membentuk urutan sosial yang memicu perselisihan.
Kandang Lebar Lebih Berguna untuk Finch
Finch merupakan burung yang sangat mengandalkan penerbangan.
Karena itu, bentuk kandang sebaiknya memberi ruang horizontal yang cukup agar burung dapat berpindah dari satu sisi ke sisi lainnya.
VCA memberikan ukuran minimum sekitar 45 sentimeter kali 45 sentimeter kali 76 sentimeter untuk finch, tetapi prinsip umumnya tetap semakin luas semakin baik, terutama ketika lebih dari satu burung dipelihara.
Jumlah burung juga perlu disesuaikan dengan luas kandang.
Memasukkan terlalu banyak individu ke ruang terbatas dapat meningkatkan persaingan terhadap tempat makan, tenggeran, dan lokasi beristirahat.
Beberapa wadah makan dapat digunakan agar individu yang lebih dominan tidak menghalangi burung lain mendapatkan makanan.
Finch Membutuhkan Makanan Lebih Lengkap daripada Millet
Campuran biji sering menjadi makanan pertama yang diberikan kepada finch.
Masalahnya, finch dapat memilih millet dan meninggalkan bahan lain. VCA menjelaskan millet disukai tetapi tidak dapat menyediakan seluruh vitamin dan mineral yang dibutuhkan.
Makanan formulasi untuk finch dapat digunakan sebagai dasar, kemudian dilengkapi sayuran dan bahan segar dalam jumlah sesuai. Air bersih harus selalu tersedia.
Alpukat dan bawang termasuk bahan yang disebut tidak boleh diberikan kepada finch. Cokelat, alkohol, kafein, serta makanan yang sangat asin juga harus dihindari.
“Finch paling menarik ketika pemilik tidak memaksanya menjadi burung yang suka disentuh. Melihat komunikasi dan kehidupan sosial kelompoknya justru menjadi bagian utama pengalaman memelihara jenis ini.”
Jangan Menentukan Pilihan Hanya dari Warna Bulu
Warna merupakan salah satu alasan orang tertarik pada burung, tetapi karakter pemilik harus menjadi pertimbangan yang lebih besar.
Orang yang ingin berinteraksi setiap hari dapat mempertimbangkan parkit atau cockatiel. Lovebird cocok bagi pemilik yang siap menghadapi burung aktif dengan karakter kuat. Kenari lebih sesuai bagi pencinta suara, sedangkan zebra finch menarik bagi mereka yang lebih senang mengamati kehidupan kelompok.
Perbedaan ini penting karena kebutuhan sosial yang tidak terpenuhi dapat memunculkan masalah perilaku.
Burung yang membutuhkan perhatian dapat menjadi bosan ketika terus ditinggalkan. Sebaliknya, burung yang lebih nyaman bersama sesama jenisnya dapat merasa tertekan apabila terus dipaksa berinteraksi fisik dengan manusia.
Kandang Bukan Sekadar Tempat Mengurung Burung
Kandang merupakan ruang hidup utama sehingga pemilihannya tidak boleh hanya berdasarkan harga atau tampilan.
VCA menyarankan kandang memungkinkan burung berputar, berpindah antar tenggeran, meregangkan tubuh, dan mengepakkan sayap tanpa membentur benda di sekitarnya. Kandang berbentuk persegi panjang umumnya lebih sesuai dibandingkan ruang yang sempit.
Penempatan kandang juga perlu diperhatikan.
Hindari area dengan perubahan suhu ekstrem, asap, dan bahan kimia rumah tangga. Burung mempunyai sistem pernapasan yang sensitif sehingga kualitas udara menjadi bagian penting dalam pemeliharaan.
Kebersihan alas kandang membantu pemilik sekaligus memantau perubahan kotoran. Perubahan jumlah, warna, atau bentuk kotoran dapat menjadi salah satu petunjuk ketika kondisi burung berubah, meski diagnosis tetap harus dilakukan dokter hewan.
Burung Jangan Hanya Diberi Biji dan Air
Lima burung tersebut mempunyai kebutuhan yang tidak sepenuhnya sama, tetapi terdapat satu persoalan yang berulang, yaitu pemberian biji sebagai satu satunya makanan.
VCA menekankan persoalan nutrisi menjadi penyebab umum gangguan kesehatan pada burung peliharaan. Parkit, cockatiel, lovebird, kenari, dan finch membutuhkan asupan yang lebih seimbang daripada sekadar semangkuk biji favorit.
Pola makan ideal tetap perlu disesuaikan dengan spesies, umur, kondisi reproduksi, aktivitas, dan kesehatan individu.
Karena itu, perubahan makanan besar lebih aman dibicarakan dengan dokter hewan yang memahami burung, terutama apabila hewan sudah bertahun tahun hanya mau mengonsumsi satu jenis pakan.
Pastikan Burung Berasal dari Sumber yang Legal
Hal lain yang tidak kalah penting adalah asal burung.
Indonesia mempunyai aturan mengenai pemeliharaan, penangkaran, dan perdagangan tumbuhan serta satwa liar. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 18 Tahun 2024 mengatur antara lain penangkaran, pemeliharaan untuk kesenangan, perdagangan, dan peragaan satwa liar.
Ditjen KSDAE juga mengingatkan adanya larangan terhadap kepemilikan dan perdagangan satwa yang berstatus dilindungi tanpa ketentuan yang dibenarkan peraturan.
Karena itu, calon pemilik sebaiknya tidak mengambil burung langsung dari alam hanya karena warna atau suaranya menarik.
Pilih burung dari sumber legal dan dapat menjelaskan asal satwa. Kebiasaan tersebut sekaligus mengurangi tekanan terhadap populasi burung liar.
Pemeriksaan Kesehatan Tetap Diperlukan Meski Burung Terlihat Aktif
Burung mempunyai kecenderungan menyembunyikan tanda kelemahan. Ketika gejala terlihat jelas, penyakit tertentu dapat sudah berkembang lebih jauh.
Perubahan nafsu makan, bulu terus mengembang, aktivitas menurun, tidur berlebihan, perubahan kotoran, kesulitan bernapas, atau burung lebih sering berada di dasar kandang perlu mendapat perhatian.
Pemeriksaan setelah memperoleh burung baru membantu mengetahui kondisi awal. VCA juga merekomendasikan pemeriksaan kesehatan rutin untuk berbagai burung peliharaan seperti parkit, lovebird, dan kenari.
Pemilik juga dapat membiasakan mengamati jumlah makanan yang benar benar dimakan, bukan hanya melihat wadah masih penuh. Kulit biji yang kosong dapat membuat tempat pakan terlihat masih berisi padahal bagian yang dapat dimakan sudah habis.
Perhatian sederhana semacam ini menjadi semakin penting karena setiap jenis mempunyai cara berbeda dalam menunjukkan rasa nyaman maupun masalah kesehatan. Parkit mungkin terus aktif mencari perhatian, cockatiel menunjukkan banyak informasi melalui gerakan tubuhnya, lovebird sibuk mengunyah, kenari mengandalkan aktivitas dan suara, sedangkan finch lebih banyak menunjukkan keadaan melalui pergerakan kelompoknya.






