Ciri-Ciri Cacingan pada Kucing: Kenali Gejala dan Tindakan yang Tepat

Peliharaan4 Views

Kucing yang terlihat aktif dan sehat di permukaan belum tentu bebas dari gangguan kesehatan di dalam tubuhnya. Salah satu masalah yang sering terjadi pada kucing, baik dewasa maupun anak kucing, adalah cacingan. Cacing dalam tubuh kucing bisa menyebabkan berbagai gangguan, mulai dari penurunan nafsu makan hingga kerusakan organ dalam jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, penting bagi pemilik hewan peliharaan untuk mengenali ciri-ciri cacingan pada kucing sejak dini agar dapat segera memberikan penanganan yang tepat.

Artikel ini membahas secara lengkap dan detail berbagai tanda serta ciri-ciri cacingan pada kucing, termasuk pada kitten (anak kucing), jenis cacing yang umum menyerang, serta solusi pengobatannya. Disusun berdasarkan sumber terpercaya dan sesuai kaidah SEO Rank Math, artikel ini juga membahas pertanyaan umum seperti apakah Drontal Cat dijual di apotik dan obat kucing cacingan warna putih.

Memahami Penyebab Kucing Cacingan

Cacingan pada kucing umumnya disebabkan oleh infeksi parasit usus seperti cacing gelang (Toxocara), cacing pita (Tapeworm), cacing tambang (Hookworm), dan cacing cambuk. Penularannya bisa terjadi melalui makanan yang terkontaminasi, menjilat tanah yang mengandung telur cacing, atau dari induk ke anak melalui susu.

Beberapa cacing bahkan bisa berpindah dari hewan lain seperti kutu atau tikus yang diburu oleh kucing. Oleh karena itu, kucing rumahan pun tidak luput dari risiko cacingan, terutama jika tidak diberi obat cacing secara rutin.

Ciri-Ciri Cacingan pada Kucing yang Harus Diwaspadai

Ciri-ciri kucing cacingan bisa terlihat secara fisik maupun dari perubahan perilaku. Sayangnya, banyak pemilik kucing yang menganggap sepele gejala awal cacingan, padahal penanganan dini bisa mencegah kondisi menjadi lebih parah.

1. Penurunan Nafsu Makan dan Berat Badan

Salah satu tanda kucing cacingan adalah nafsu makan yang menurun drastis atau bahkan menghilang sama sekali. Meski masih makan, berat badan kucing tetap turun karena nutrisi yang dikonsumsi diserap oleh cacing dalam usus.

2. Perut Buncit atau Membesar Tidak Normal

Ciri ini umum terjadi pada anak kucing. Ciri-ciri anak kucing cacingan sering terlihat dari perutnya yang membulat meski tubuhnya kurus. Ini menandakan adanya infestasi cacing dalam jumlah besar di saluran pencernaan.

3. Muntah dan Diare

Cacing yang sudah menyebar ke lambung dan usus bisa menyebabkan muntah dan diare. Kadang, dalam muntahan atau kotoran, akan terlihat cacing kecil berwarna putih. Ciri ini sangat khas dari gejala cacingan pada kucing.

4. Cacing Terlihat di Feses atau Dubur

Ciri-ciri kucing cacingan parah dapat dilihat dari adanya cacing kecil berwarna putih seperti butiran beras di sekitar anus atau pada feses. Ini biasanya merupakan jenis cacing pita.

5. Kucing Sering Menggesekkan Bokong

Kucing yang merasa gatal di area anus akibat keberadaan cacing akan sering menyeret pantatnya di lantai. Tanda ini juga bisa menunjukkan adanya iritasi akibat infeksi parasit.

6. Bulu Kusam dan Rontok

Ciri-ciri mata kucing cacingan juga bisa terlihat kusam, dan kondisi bulu yang tidak berkilau lagi. Infestasi cacing menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi, termasuk vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk kesehatan kulit dan bulu.

7. Letargis dan Tidak Aktif

Gejala cacingan pada kucing selanjutnya adalah penurunan energi. Kucing terlihat lemas, tidur lebih lama dari biasanya, dan tidak tertarik bermain. Ini bisa menjadi tanda tubuh kekurangan darah atau elektrolit akibat cacingan.

Ciri-Ciri Cacingan pada Kitten (Anak Kucing)

Ciri kitten cacingan harus segera dikenali karena tubuh mereka lebih rentan terhadap efek negatif parasit. Beberapa tanda yang biasa muncul adalah:

  • Perut membesar dan keras saat disentuh
  • Sering muntah dan diare cair
  • Berat badan tidak naik meski makan banyak
  • Terlihat cacing di muntahan atau tinja

Jika tidak segera diobati, kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi parah dan kematian.

Cara Mengetahui Kucing Cacingan

Cara paling akurat untuk mengetahui kucing cacingan adalah dengan memeriksa feses di laboratorium hewan. Dokter akan melihat apakah terdapat telur atau larva cacing di tinja. Namun, secara visual pun ciri2 kucing cacingan sudah cukup terlihat dari gejala-gejala yang disebutkan sebelumnya.

Selain itu, pemeriksaan fisik seperti pengamatan perut, bulu, dan tingkah laku juga bisa menjadi indikator kuat. Bila kucing menunjukkan lebih dari dua gejala yang telah disebutkan, besar kemungkinan ia mengalami infeksi cacing.

Obat Cacing untuk Kucing: Drontal dan Alternatifnya

Salah satu pertanyaan umum dari pemilik kucing adalah apakah Drontal Cat dijual di apotik? Jawabannya, Drontal Cat umumnya tidak dijual bebas di apotik umum, tetapi bisa ditemukan di pet shop, klinik hewan, atau apotek khusus hewan.

Drontal adalah merek obat cacing yang efektif membunuh berbagai jenis cacing, termasuk cacing pita dan cacing tambang. Obat ini berbentuk tablet dan diberikan sesuai berat badan kucing. Dosisnya sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter hewan.

Alternatif obat cacing kucing warna putih yang umum digunakan adalah:

  • Combantrin (untuk manusia, hanya digunakan sesuai arahan dokter)
  • Milbemax Cat
  • Vermox (dengan resep dokter)

Perlu diingat, tidak semua obat manusia aman untuk kucing. Selalu periksa komposisi dan dosis sebelum diberikan.

Pencegahan dan Perawatan Tambahan

Untuk mencegah kucing cacingan, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Berikan obat cacing setiap 3 bulan
  • Jaga kebersihan kotak pasir
  • Hindari kucing menjilat tanah atau makanan basi
  • Lakukan vaksinasi dan check-up rutin

Jika kucing sudah terlanjur cacingan, selain pemberian obat, berikan makanan bergizi tinggi dan air minum bersih untuk mendukung pemulihan tubuh.

Tanggap Gejala, Cegah Komplikasi

Ciri-ciri cacingan pada kucing dapat bervariasi tergantung tingkat keparahan dan jenis cacing yang menyerang. Dengan mengenali tanda-tanda awal seperti muntah, perut buncit, dan cacing di feses, pemilik kucing dapat segera melakukan penanganan sebelum kondisi menjadi lebih buruk.

Tanda kucing cacingan tidak boleh dianggap enteng. Infeksi yang tidak ditangani bisa menyebabkan anemia, gangguan pencernaan kronis, hingga kerusakan organ. Oleh karena itu, deteksi dini dan pemberian obat secara berkala menjadi kunci untuk menjaga kesehatan kucing kesayangan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *