√Ciri-ciri Kucing Trauma

Selamat Datang di Web Rumah Budidaya, tempat beragam macam budidaya yang akan disajikan dalam web ini secara rinci dan detail. Dibawah ini saya akan membahas materi tentang Kucing Trauma, berikut penjelasannya:

Ciri-Ciri-Kucing-Trauma

Karena kucing ini bisa dikatakan lembut dan pendiam. Dengan demikian, kucing mudah dipelihara, mudah dilatih, dan cocok untuk pelatihan, tetapi jika Anda sedikit menyalahgunakan dan menjadi stres atau traumatis, Anda akan terluka dan marah sampai akhirnya Anda pergi.

Kucing trauma pada dasarnya sama dengan kucing yang stres. Sebelum Anda benar-benar mengalami peristiwa yang lebih serius, Anda perlu memahami dan mengetahui karakteristik trauma kucing lebih awal.


Ciri-ciri Kucing Trauma

Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri kucing trauma, terdiri atas:


1. Agresif

Tanda pertama yang diketahui saat kucing menerima trauma adalah agresi. Sifat ini menunjukkan bahwa, bahkan dalam kasus yang lebih serius, kucing dapat menggigit saat disentuh atau dipegang, sehingga ia mudah tersinggung. Berhati-hatilah saat kucing terlihat seperti ini.


2. Cenderung diam

Kucing diam tidak hanya karena stres, tetapi juga karena trauma. Ketika kucing mengalami sesuatu yang membuatnya takut, mereka menunjukkan aspek keheningan dan tidak ingin berpartisipasi aktif dalam kegiatan seperti biasa. Karena trauma terlalu tinggi untuk diingat kucing.


3. Lemah

Kucing yang telah mengalami trauma parah tidak lagi menunjukkan aspek keheningan, tetapi juga menyebabkan tanda-tanda lain seperti kelelahan, kelemahan, dan kelesuan yang terlihat seperti kucing yang depresi. Jika Anda perhatikan, kucing itu menatap pemiliknya dan berjalan di belakang, menarik dinding sehingga seseorang takut. Selain itu, tanda-tanda lain dari trauma kucing yang bisa dilihat dengan jelas dari matanya yang menyedihkan.

Artikel Terkait:  √Jenis Makanan Bebek

4. Nafsu makan menurun

Trauma itu mampu mengurangi nafsu makan pada kucing dan tidak mau makan sama sekali. Mungkin ada sesuatu yang membuatnya kesal dan cukup menyakitinya hingga mengabaikan semua yang ada di sekitarnya, termasuk makanan. Biarkan apa adanya dan letakkan di dalam sangkar sesuai keinginan sampai trauma hilang.


5. Kucing saling serang

Trauma membuat kucing lebih sulit dikenali dan didekati. Ketika pemiliknya mendekat, mereka sering ditangkap dan digigit, terutama oleh sesama jenis. Semua kucing yang bertemu kucing lain akan saling serang serta saat trauma saat bertemu lebih agresif. Beberapa bahkan dapat melukai diri sendiri.


6. Over grooming

Over Grooming adalah tindakan kucing menjilati tubuh mereka. Pada dasarnya, semua kucing, baik kecil, dewasa, sehat, atau sakit. Dia juga melanjutkan ini dengan kesengsaraan ketika dia menderita trauma. Itu saja, dia lebih peduli ketika dia biasanya dibandingkan pada saat ketakutan.


7. Bersembunyi

Kucing dengan trauma merasa takut dan menjauh dari apa pun. Satu hal yang perlu Anda lakukan adalah bersembunyi. Kucing mencari tempat di luar jangkauan pemiliknya, seperti gubuk kecil yang tidak dapat diakses manusia dan tempat sulit lainnya. Mereka butuh waktu sendirian dan melepaskan apa yang terjadi pada mereka.


8. Tidak bergerak

Kucing biasanya bertahan lama setelah menemukan tempat yang tepat sampai trauma hilang. Biasanya dibutuhkan sekitar satu minggu untuk berubah seperti sebelumnya.


9. Panik dan gelisah

Saat kucing menggeram lebih sering, mereka menunjukkan kepanikan dan kecemasan. Tetapi ini tidak segera setelah trauma terjadi. Biasanya tiga atau empat hari setelah trauma pertama, mereka menyalak “mengeong” seolah-olah mereka lapar. Tetapi ketika dia mendekatinya, dia benar-benar berlari.

Artikel Terkait:  √Cara Mengobati Kucing Pincang

10. Perubahan bentuk tubuh

Kucing menjadi lebih tipis dan perlahan-lahan mengering, tetapi jika Anda tidak segera melakukannya, Anda akan sakit. Triknya adalah menangkap apa yang ia minati, karena sangat sulit untuk mendekati trauma kucing.


11. Ganti tinja

Saat mengalami trauma, kotoran kucing memiliki sesuatu yang berbeda. Selama buang air besar, tinja berubah dari normal menjadi abnormal. Contoh: pilek, hitam, berbau sangat menyebalkan seperti biasa, beberapa di antaranya cacing pita.


12. Minumlah sedikit

Saat dalam keadaan trauma, kucing tidak hanya mengurangi nafsu makan, tetapi juga mengonsumsi lebih sedikit air. Bahkan pemiliknya tidak tahu kapan kucing akan minum, sehingga vaksin harus disediakan sehingga kucing dapat dikembalikan normal.


13. Suara ketakutan

Ketika Anda mendengar ayam, sepeda motor, jeritan, dan suara kucing lainnya, Anda sangat takut dan tetap berada di sudut-sudut dinding sementara penglihatan Anda terus berkedip (tidak berkedip). Untuk alasan ini, satu fitur adalah tanda yang paling mudah dikenali.

Ini adalah fitur 13 kucing yang mengalami trauma dan menyebabkan stres berat. Kami menyarankan Anda segera mengikuti langkah yang tepat dan langkah yang tepat. Jangan lupa untuk membawa kucing Anda ke dokter segera untuk perawatan dan solusi dan menyediakannya dengan vitamin dan antibiotik. Perlakukan kucing sebanyak mungkin dan jangan kehilangan kepercayaan dirinya.


Sekian Materi Pada Hari Ini Mengenai Budidaya Perternakan Dengan Materi 13 Ciri-ciri Kucing Trauma yang Wajib Diketahui

Semoga Apa yang Disampaikan Bermanfaat Buat Para Pecinta Kucing. Terima Kasih …!!!


Baca Juga :