√Cara Budidaya Lada

Selamat Datang di Web Rumah Budidaya, tempat beragam macam budidaya yang akan disajikan dalam web ini secara rinci dan detail. Dibawah ini saya akan membahas materi tentang Budidaya Lada, berikut penjelasannya:

Cara-Budidaya-Lada

Lada, atau yang biasa disebut merica atau bahan, adalah salah satu bumbu yang luar biasa dengan harga ekonomis tinggi. Lada juga menjadi salah satu komoditas utama, dan selama masa penjajahan itu menjadi salah satu alasan mengapa orang Eropa ingin sekali menjajah Indonesia. Nama latin Piper albi linn atau Piper ningrum pepper adalah bumbu yang sangat akrab bagi hati orang Indonesia. Apalagi rasanya sedikit pahit tetapi memberi perasaan hangat yang banyak digunakan dalam resep tradisional pedas Indonesia.

Amerika Serikat sendiri adalah salah satu komoditas utama dan Indonesia sendiri adalah negara yang terus mengekspor lada ke seluruh dunia. Banyak orang menemukan lada hitam dan putih sebagai bahan utama dapur. Bahkan di luar negeri, lada dijuluki “raja rempah-rempah” atau raja rempah-rempah. Karena itu, jangan kaget bahwa permintaan dunia akan produk ini semakin meningkat.

Jangan heran jika ada banyak sentra tumbuh lada sebagai komoditas utama. Dengan permintaan yang lebih tinggi, harga lada selalu stabil dan cenderung jauh lebih tinggi daripada komoditas seperti karet, kopi atau minyak sawit. Meskipun demikian, budidaya lada sebenarnya sulit dan memiliki tantangan tersendiri. Jika Anda tertarik pada kesempatan ini, maka Anda harus memperhatikan 6 cara menanam lada di kebun kita berikut caranya:


1. Memahami kondisi tanaman lada yang sedang tumbuh

Sangat penting untuk memahami dengan benar persyaratan untuk menanam tanaman lada sebelum penanaman. Jika Anda baru saja menanam dan tidak memperhatikan hal ini, maka tentu saja risiko kegagalan atau bahkan lada tidak maksimal. Oleh karena itu, perhatian harus diberikan pada kondisi pertumbuhan yang tepat sehingga hasil budidaya optimal.

Artikel Terkait:  √Cara Budidaya Jamur Enoki
  1. Tanaman lada akan tumbuh dengan baik di tanah, menerima curah hujan tahunan 2.500-3.000 mm.
  2. Dapatkan setidaknya 10 jam sinar matahari sehari.
  3. Suhu udara minimum 24-35 derajat Celcius.
  4. PH tanah minimum 5-7 pada ketinggian 300-1.500 meter di atas permukaan laut.
  5. Jenis tanah yang cocok untuk budidaya lada adalah jenis tanah Laterit, utisol, podsolik dan latosol.

2. Proses Pembibitan

Tahap awal budidaya lada adalah persiapan kursus pembibitan. Benih dapat ditanam secara reproduktif, tetapi pembibitan yang paling efektif adalah penggunaan stek batang. Namun agar tidak rumit, Anda bisa membeli benih di lokasi penjualan bibit sesuai kriteria berikut:

  • Biji harus bebas dari hama dan penyakit dan memiliki kondisi kesehatan yang baik.
  • Bibit akan berasal dari tanaman lada sehat.
  • Hal ini diperlukan untuk memastikan kemurnian benih lada.
  • Yang Anda butuhkan untuk 1 hektar lahan adalah sekitar 2.000 bibit lada.

3. Persiapan Perkebunan

Langkah selanjutnya adalah mengolah tanah budidaya untuk menyiapkan tempat untuk budidaya.
Untuk budidaya dengan senti lada, Anda membutuhkan tanah yang longgar dan subur. Budidaya tanah dapat dilakukan dengan cara berikut:

  1. Suara sekitar 30 cm terdengar dari cangkul sampai tanah tanam dilepaskan.
  2. Jika pH tanah kurang dari 5, 500 kg dolomit harus ditambahkan ke 1 hektar lahan subur, kemudian dibiarkan selama 4 minggu.
  3. Setelah itu, tambahkan pupuk yang sudah dipupuk sepenuhnya dan campur secara merata di tanah selama 2 minggu.

4. Menanam benih lada

Ketika lahan dan bibit sudah siap, langkah selanjutnya adalah menanam benih di area penanaman.  Penanaman bisa dilakukan sebagai berikut:

  • Jarak tanam yang ideal adalah 2 × 2 meter.
  • Buat lubang tanam sedalam 40 cm, atas 40 × 35 cm, bawah 40 × 15 cm.
  • Setelah membuat lubang tanam, biarkan selama dua minggu.
  • Waktu terbaik untuk menanam adalah ketika musim hujan tiba.
  • Ini harus ditanam di pagi atau sore hari untuk mencegah benih baru terkena sinar matahari yang cerah.
  • Setelah tanam, tambahkan 100 gram kompos dan air.
Artikel Terkait:  √Penyebab Ulat Jambu Air dan Cara Mengatasinya

5. Perawatan dan Pemeliharaan

Perawatan dan pemeliharaan harus dilakukan untuk memastikan bahwa tanaman tumbuh optimal, menghasilkan buah-buahan, dan memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang baik. Diperlukan perawatan dan pemeliharaan berikut.

  1. Pengairan
    Irigasi harus dilakukan terutama pada awal penanaman. Ini terutama untuk menghindari dehidrasi jika penanaman dilakukan selama musim kemarau. Sebaliknya, jika penanaman dilakukan selama musim hujan, tidak perlu disiram. Dalam cuaca panas dan panas, itu adalah tanaman besar yang kadang-kadang bisa disemprot dengan air besar.
  2. Modifikasi tambahan
    Modifikasi atau pemupukan susulan lebih lanjut dilakukan untuk meningkatkan produktivitas atau hasil tanaman lada. Pemupukan selanjutnya dilakukan untuk menambah nutrisi kembali ke tanah. Pemupukan dilakukan setiap enam bulan. Pupuk seperti bahan organik, kompos atau pupuk, mudah tersedia.
  3. Penyebaran
    Pemasangan rembetan memungkinkan tanaman merambat untuk tumbuh dengan rapi setelah berkembang biak. Instalasi pemuliaan berguna bagi tanaman untuk tumbuh secara optimal. Lada menggandakan setelah berkembang biak, memungkinkan tanaman untuk tumbuh dan menghasilkan buah.
  4. Penyiangan
    Penyiangan dilakukan untuk menghilangkan gulma tanaman yang tumbuh di sekitar tanaman. Selain itu, pertumbuhan gulma yang tidak terkontrol dapat mengganggu penyerapan dan nutrisi tanaman. Gulma dibuat secara teratur, setidaknya sebulan sekali. Untuk menghilangkan gulma yang membandel, Anda bisa mengeluarkan atau menggunakan alat seperti cangkul atau sabit.
  5. Perempelan
    Perempelan berguna untuk meremajakan cabang, ranting, dan cabang tanaman lada. Singkirkan bagian tanaman yang tampak layu atau terkena hama atau penyakit. Jika Anda tidak memeriksanya,  khawatir tentang efek berbahaya pada pertumbuhan tanaman. Selain itu upaya mencegah penularan penyakit yang dapat mengancam pertumbuhan tanaman lada dan menyebabkan kerusakan tanaman.

6. Panen

Dengan menerapkan prinsip budidaya yang baik dan perawatan intensif serta pemeliharaan, Anda dapat memanen ketika tanaman berumur tiga tahun. Pada usia ini, lada mulai berbuah pertama. Tetapi, tentu saja, kualitas dan kuantitas panen masih kecil. Karena saat ini, tanaman lada masih dalam tahap pembelajaran. Standar lada siap panen tidak disengaja. Ini karena memetik dalam kondisi yang tidak matang mempengaruhi kualitas. Tarik dengan hati-hati agar buahnya tidak mudah jatuh. Setelah itu, simpan hasil panen di tempat yang dingin. Produk lada non-Asan Yan yang laris manis di pasaran kering. Karena itu, hanya bisa dijual setelah dipetik dan dijemur.

Artikel Terkait:  √Cara Menanam Bonsai

Sekian Materi Pada Hari Ini Mengenai Budidaya Perkebunan Dengan Materi 6 Cara Budidaya Lada dengan Teknik Mudah dan Terjamin

Semoga Apa yang Disampaikan Bermanfaat Buat Para Pecinta Tanaman. Terima Kasih …!!!


Baca Juga :