√Teknik Menanam Jambu Madu

Selamat Datang di Web Rumah Budidaya, tempat beragam macam budidaya yang akan disajikan dalam web ini secara rinci dan detail. Dibawah ini saya akan membahas materi tentang Jambu Madu, berikut penjelasannya:

Cara-Menanam-Jambu-Madu

Mungkin sebagian dari Anda masih belum terbiasa dengan buah jambu madu. Tahukah Anda bahwa buah jambu madu ini memiliki rasa manis yang tidak kalah enak di banyak varietas jambu biji lainnya? Salah satu jenis jambu madu yang biasanya terkandung dalam air. Jambu madu sebenarnya berbeda dengan alam Indonesia. Ia adalah hasil rekayasa teknik pertanian untuk membuat jambu air dalam berbagai bentuk dan rasa.

Ukurannya kecil dan memiliki bentuk buah yang panjang. Jika Anda masih memiliki keasaman ketika Anda mengambil air jambu, jambu madu ini padat, segar dan pasti melelehkan rasa manis. Saya suka rasa buah ini segera, jadi saya akan memakannya.

Karena itu terkadang pecinta  jambu madu lebih banyak peminatnya. Ini terus meningkatkan permintaan pasar dan harga untuk jambu madu. Karena itu, orang mulai menjual jambu madu. Bagi yang tertarik menanam jambu madu, kita akan membahas cara menanam jambu madu dengan benar.


Cara Menanam Jambu Madu untuk Budidaya

Cara menanam jambu madu adalah serangkaian proses dari penanaman awal hingga penanaman panen jambu madu sebelum tanam. Jika Anda tahu cara yang benar untuk menanam jambu madu terlebih dahulu, kami berharap Anda dapat menanamnya dengan benar dan berhasil. Berikut adalah urutan cara menanam  jambu madu dengan benar.


1. Persiapan lahan

Langkah pertama adalah menyiapkan bahan tanam terlebih dahulu. Kita perlu memilih perkebunan yang memenuhi beberapa standar lahan yang baik untuk penanaman jambu madu. Tanah yang baik untuk penanaman jambu madu harus memenuhi kriteria berikut:

  1. Paparan sinar matahari langsung selama setidaknya enam jam sehari.
  2. Keasaman tanah (pH) adalah 5,5-7,5.
  3. Ini mengandung nutrisi yang cukup.
  4. Dekat dengan Suwon.
  5. Tanahnya gembur.
  6. Ketika Anda menemukan tanah yang cocok, lakukan penyiangan dan pemangkasan tanaman yang menghalangi matahari. Kemudian lanjutkan ke langkah berikutnya.
Artikel Terkait:  √Cara Merawat Tanaman Bunga Krisan

2. Membuat lubang tanam

Gali lubang tanam dengan diameter 20-30 cm dan kedalaman 20-30 cm. Buat banyak lubang di tanah, sisakan jarak antara lubang sekitar 1,5-2,5 meter. Atur lubang sejajar dan rapi untuk membentuk lekukan yang akan membantu dalam proses merawat tanaman.


3. Pemberian pupuk dasar

Pupuk dasar ini berguna untuk menjaga kandungan nutrisi tanah selama kehidupan tanaman di tanah. Pupuk dasar yang digunakan adalah kombinasi pupuk organik dan kimia. Aplikasi dasar pupuk adalah sebagai berikut:

  • Gunakan pupuk kandang (pupuk klor terbaik) sebagai komponen utama pupuk dasar. Setiap lubang bisa diisi dengan ember semen.
  • Tambahkan sekitar 2-4 sendok makan pupuk NPK ke setiap lubang.
  • Tambahkan sekitar 2 sendok makan kapur dolomit (kalsium) ke setiap lubang.
  • Campur larutan gula (gula, gula merah, gula hitam, jus kelapa sawit, dll.) Dengan EM4 (bakteri pendegradasi) dan biarkan selama 1-3 hari.
  • Tuang campuran ke semua lubang untuk rasa.
  • Menutup lubang dengan kotoran dan cuti selama dua minggu.
  • Sambil menunggu pupuk dasar untuk memecah, Anda dapat menyiapkan bibit.

4. Pembibitan Jambu Madu

Jambu madu dapat ditanam dengan dua cara: benih reproduksi dan cangkokan tanaman. Bahkan, dua metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan mereka. Ketika penyemaian dari biji, dibutuhkan beberapa bulan sebelum bibit siap tanam. Tetapi jika Anda ingin pembibitan dalam jumlah besar dalam waktu singkat, Anda perlu melakukan transplantasi pembibitan.

Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari metode penyemaian.


Kelebihan

  • Benih yang dihasilkan lebih tahan terhadap penyakit
  • Akar tanaman akan semakin kuat dan kuat
  • Produktivitas dapat melebihi orang tua

Kekurangan

  • Waktu pertumbuhan lebih lama
  • Masih kecil tapi berbahaya bibit mati
  • Biaya dari benih sampai benih besar daripada okulasi

Teknologi pembangkit transplantasi memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:


Kelebihan

  • Waktu pengasuhan anak relatif singkat
  • Langsung tanaman besar dengan risiko kematian lebih rendah
  • Ada tidak terlalu banyak uang yang dikeluarkan selama manajemen benih

Kekurangan

  • Tanaman kurang tahan terhadap penyakit
  • Akar tanaman tidak kuat dan tahan lama
  • Produktivitas buah tergantung pada ASI dan tidak dapat dilampaui

Pembibitan Lewat Biji

  • Pilih biji dari buah matang dan biji dari pohon yang produktif dan sehat
  • Cuci bijinya dan biarkan kering di bawah sinar matahari selama sekitar satu jam
  • Tanah lapisan atas dan persiapan tanah longgar dalam polybag
  • anam benih dalam polybag dan tunggu sampai tumbuh.
  • Pastikan tanah polybag selalu basah
  • Setelah benih tumbuh, sirami secara teratur sampai ukurannya minimal 15 cm.
  • Tanaman jambu madu yang berukuran lebih dari 15 cm dapat dipindahkan ke lubang tanam
Artikel Terkait:  √Teknik Menanam Kentang

Pembibitan transplantasi (Cangkok)

  1. Pastikan bahwa tanaman yang dicangkokkan adalah varietas unggul yang sehat, produktif (produktif).
  2. Kemudian, pilih tanaman yang kuat, lurus dan cukup besar untuk tahan tanaman sekitar 3 cm.
  3. Setelah itu, pangkal batang (kecil, bundar seperti cincin) dipotong sedikit lebih dari 5 cm.
  4. Lepaskan kulit antara dua keratan.
  5. Kikis pohon / getah sampai pohon tidak lagi tergelincir.
  6. Buat graft menggunakan serat kelapa atau plastik.
  7. Anda dapat mengikat lingkaran ke bagian bawah terlebih dahulu, lalu taburkan cangkir untuk dengan mudah mengisi tanah.
  8. Isi tanah lapisan atas dan ikat tutup atas.
  9. Sirami tanah secara teratur (bisa 2-3 hari).
  10. Tunggu sekitar 2-4 minggu untuk memotong graft dan menanamnya di lubang tanam.
  11. Setelah benih siap, lanjutkan ke proses penanaman.

5. Menanam Madu Jambu Biji

Penanaman bibit jambu madu dilakukan setelah dianggap besar dan cukup kuat untuk transplantasi bibit. Ada hal penting yang harus dilakukan dalam proses penanaman bibit di lubang tanam.

  • Semprotkan insektisida dan fungisida di bagian bawah lubang tanam sehingga tanaman dapat menghindari serangan serangga dan jamur pada akarnya.
  • Tanam di sore hari agar tanaman tidak berdering di sore hari.
  • Siram tanaman segera setelah penanaman.
  • Jika ada tanaman mati atau sakit, jahit selama dua minggu.

6. Pemupukan

Pemupukan yang dimodifikasi untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman setelah penanaman. Dua minggu setelah penanaman, lakukan pemupukan susulan dengan cara-cara berikut:

  1. Larutkan 2 gelas NPK dengan 35 liter air.
  2. Bocoran solusi ke bagian bawah tanaman.
  3. Lakukan pemupukan tambahan secara teratur setiap dua minggu sampai tanaman berumur dua bulan.

7. Penyiraman

Penyiraman Air dilakukan untuk menjaga tanaman tetap hidup. Penyiraman Air dilakukan secara teratur, terutama hanya ketika musim kemarau dan tanaman adalah buah-buahan muda. Tanaman jambu madu tidak membutuhkan terlalu banyak pasokan air, seperti sayur atau semangka. Jagalah agar tanah tetap basah dan hindari air sampai tanah menjadi keruh atau genangan air.


8. Penyiangan jambu madu

Penyiangan yaitu membersihkan rumput disekitar pangkal pohon jambu madu. Jika areanya besar, Anda bisa menggunakan herbrisida untuk membunuh rumput. Pastikan untuk membaca petunjuk penggunaan sebelum menggunakan herbriside.


9. Gundukan tanah di sekitar akar

Kumpulkan tanah dan bentuk gundukan longgar di bagian bawah tanaman. Ini bertujuan untuk meningkatkan penyerapan air ketika menyiram dan mencegah air dari stagnasi.


10. Penanganan Hama Jambu Madu

Hama utama jambu madu adalah  saat tanaman berbuah. Gejala serangan penuh buah busuk dan larva lalat buah. Selain lalat buah, hama lain yang cukup mengganggu adalah larva yang dapat memakan daun dan buah. Lalat buah dan larva termasuk dalam kategori serangga, jadi insektisida harus digunakan. Khusus untuk lalat buah, Anda bisa memasang perangkap lalat buah di sekitar tanaman. Anda bisa meminta cairan di toko pertanian untuk menjebak toko buah.

Artikel Terkait:  √Cara Budidaya Bekicot

11. Panen Jambu Madu

Jambu madu dapat ditanam dan dipanen setelah sekitar dua tahun. Madu jambu yang dapat dipanen ditandai dengan warnanya yang memerah dalam banyak hal. Setiap pohon dapat dipanen hingga 4 kg sekaligus, dan produktivitas meningkat seiring bertambahnya usia tanaman. Pertahankan persediaan air selama pemupukan untuk menghasilkan buah yang kelebihan berat badan dan berair. Jangan memanen buah sampai semua warna memerah, karena buah cepat membusuk. Ini dapat digunakan jika Anda ingin menyimpan buah yang dipanen di tempat yang dingin dan kering, atau jika Anda ingin menyimpan freezer untuk waktu yang lama.


12. Perawatan pasca panen

Tahap terakhir bagaimana menanam jambu adalah perawatan pasca panen. Hal ini bertujuan agar buah jambu madu tetap produktif setelah masa panen untuk mendapatkan hasil yang stabil dan bahkan cenderung meningkat. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan adalah:

  • Tambahkan pupuk dasar lagi.
  • Lakukan pupuk tambahan yang mereproduksi level NPK.
  • Semprotkan ZPT Auxin sebelum musim semi.

Kiat untuk menanam Jambu Madu agar hasilnya lebih kaya dan lebih baik

Di sini, kami menawarkan kiat-kiat khusus bagi mereka yang menanam jambu madu, sehingga mereka dapat menanam jambu madu untuk meningkatkan kualitas panen, sehingga mereka dapat memperoleh manfaat berlimpah.

  1. Gunakan pupuk NPK 16-16-16 untuk kebocoran.
  2. Taburkan pupuk organik cair saat berbunga, buahnya masih muda, yang membuat buah lebih kaya, warna dan teksturnya lebih baik.
  3. Pada awal berbunga, ZPT auksin disemprotkan untuk menambah jumlah bunga.
  4. Saat buahnya masih muda, penyemprotan asam ZPT gibril membuat buahnya jauh lebih besar.
  5. Ketika warna buah mulai agak merah, masukkan pupuk KCL atau KNO3. Ini akan menambah rasa manis buah jambu biji
  6. Jika buah-buahan masih hijau, cobalah menyiramnya pada tingkat 6 L pada waktu dua kali sehari (kecuali musim hujan).

Sekian Materi Pada Hari Ini Mengenai Budidaya Perkebunan Dengan Materi 12 Cara Menanam Jambu Madu untuk Budidaya

Semoga Apa yang Disampaikan Bermanfaat Buat Para Pecinta Tanaman. Terima Kasih …!!!


Baca Juga Artikel Lainnya: