Budidaya belut menjadi salah satu peluang usaha yang menguntungkan karena tingginya permintaan di pasar, baik untuk konsumsi lokal maupun ekspor. Belut dikenal memiliki kandungan protein tinggi dan manfaat kesehatan yang beragam. Selain itu, budidaya belut juga dapat dilakukan dengan berbagai metode, termasuk cara budidaya belut di ember, budidaya belut dalam drum, hingga ternak belut tanpa lumpur.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap cara budidaya belut dalam drum, cara ternak belut di ember, serta berbagai metode lain yang efektif untuk mendapatkan hasil panen maksimal.
Persiapan Budidaya Belut

1. Pemilihan Lokasi dan Wadah Budidaya
Budidaya belut dapat dilakukan di berbagai tempat dengan wadah yang beragam. Beberapa metode populer yang digunakan adalah:
- Budidaya belut dalam drum: Menggunakan drum plastik atau besi sebagai media pemeliharaan.
- Budidaya belut di ember: Alternatif bagi yang memiliki lahan terbatas.
- Budidaya belut di kolam tembok: Cocok untuk skala lebih besar dan produksi tinggi.
- Ternak belut dalam tong: Menggunakan tong plastik atau fiber sebagai wadah pemeliharaan.
- Budidaya belut tanpa lumpur: Menggunakan air bersih sebagai media hidup belut, yang lebih higienis dan mudah dikelola.
2. Persiapan Media Budidaya
Media yang digunakan dalam budidaya belut berperan penting dalam pertumbuhan dan kesehatannya. Beberapa media yang dapat digunakan antara lain:
- Lumpur sawah yang kaya akan nutrisi.
- Sabut kelapa untuk menjaga kelembapan.
- Jerami sebagai tempat persembunyian dan sumber makanan alami.
- Air bersih dengan sirkulasi yang baik, terutama untuk budidaya belut air bersih dalam drum.
Pemilihan Bibit Belut yang Berkualitas

Memilih bibit belut yang sehat sangat penting agar hasil panen maksimal. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Pilih bibit belut dengan ukuran seragam agar pertumbuhannya merata.
- Pastikan belut bergerak aktif dan tidak memiliki luka.
- Hindari bibit yang tampak lemas atau kurang responsif.
Cara Pembibitan Belut dalam Drum
Jika ingin melakukan pembibitan sendiri, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
- Siapkan kolam khusus untuk pemijahan.
- Masukkan belut indukan dengan perbandingan 1 jantan dan 3-4 betina.
- Pastikan kondisi media tetap bersih dan memiliki cukup nutrisi.
- Setelah telur menetas, pisahkan anakan belut untuk pembesaran lebih lanjut.
Cara Pemberian Pakan Belut
Pakan yang diberikan pada belut harus bernutrisi tinggi untuk menunjang pertumbuhan. Berikut beberapa jenis pakan yang direkomendasikan:
1. Pakan Alami
- Cacing tanah
- Keong sawah
- Jangkrik
- Ikan kecil
- Bekicot
2. Pakan Buatan
- Pelet khusus belut
- Ampas tahu yang difermentasi
- Campuran dedak dan ikan rucah
Pemberian pakan sebaiknya dilakukan pada sore atau malam hari karena belut bersifat nokturnal.
Perawatan dan Pemeliharaan Belut
1. Menjaga Kualitas Air
Air merupakan faktor penting dalam budidayabelut. Untuk ternak belut di drum plastik atau ternak belut di ember, pastikan air selalu bersih dan memiliki oksigen cukup. Jika menggunakan budidaya belut air jernih, lakukan penggantian air secara berkala untuk mencegah penumpukan kotoran.
2. Mengontrol Kepadatan Populasi
Kepadatan belut dalam wadah harus dikontrol agar pertumbuhan tetap optimal. Kepadatan yang ideal adalah 50-100 ekor per meter persegi untuk media lumpur, dan 30-50 ekor per meter persegi untuk media air bersih.
3. Pencegahan Penyakit
Beberapa penyakit yang sering menyerang belut antara lain infeksi jamur dan parasit. Pencegahan dapat dilakukan dengan:
- Menjaga kebersihan media budidaya.
- Menggunakan pakan berkualitas.
- Menghindari kepadatan yang terlalu tinggi.
- Memberikan tambahan probiotik untuk kesehatan belut.
Proses Panen dan Pemasaran Belut

1. Waktu Panen yang Tepat
Belut dapat mulai dipanen setelah berumur 4-6 bulan, tergantung dari ukuran yang diinginkan. Belut yang siap panen memiliki ukuran 20-30 cm dengan bobot sekitar 200-300 gram per ekor.
2. Cara Memanen Belut
- Gunakan jaring atau serok untuk mengangkat belut dari media budidaya.
- Pisahkan belut yang lebih kecil untuk dibesarkan kembali.
- Bersihkan belut dengan air bersih sebelum dikemas atau dijual.
3. Strategi Pemasaran Belut
- Menjual langsung ke pasar tradisional atau pengepul.
- Memasarkan melalui media sosial dan marketplace.
- Menawarkan ke restoran dan rumah makan yang menyajikan menu belut.
- Mengolah belut menjadi produk seperti belut goreng krispi atau abon belut untuk meningkatkan nilai jualnya.
Keuntungan Budidaya Belut
1. Modal Kecil, Keuntungan Besar
Budidayabelut dapat dilakukan dengan modal kecil, terutama menggunakan metode budidaya belut dalam ember atau ternak belut dalam drum plastik. Dengan biaya produksi yang minim, keuntungan yang diperoleh bisa sangat besar.
2. Permintaan Pasar yang Tinggi
Belut memiliki permintaan yang stabil di pasar, baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor ke negara-negara Asia.
3. Budidaya yang Fleksibel
Belut bisa dibudidayakan di berbagai tempat, mulai dari halaman rumah, pekarangan, hingga skala besar di lahan pertanian.
4. Tidak Memerlukan Lahan Luas
Metode ternak belut di drum, ternak belut di ember, atau budidaya belut tanpa lumpur memungkinkan siapa saja untuk memulai usaha ini meskipun memiliki lahan terbatas.
Budidaya Belut, Peluang Usaha yang Menjanjikan
Budidayabelut merupakan bisnis yang menjanjikan dengan modal yang relatif kecil dan permintaan pasar yang terus meningkat. Dengan memahami cara budidaya belut dalam drum, ternak belut dalam ember, serta metode budidaya lainnya, hasil panen bisa lebih maksimal.
Selain itu, metode budidaya belut tanpa lumpur memberikan alternatif yang lebih praktis dan higienis. Jika dikelola dengan baik, usaha ini bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan.
Dengan ketekunan dan manajemen yang baik, budidayabelut bisa menjadi sumber penghasilan yang stabil dan berkembang dalam jangka panjang.