Kura-kura Brazil atau Red-Eared Slider (Trachemys scripta elegans) merupakan salah satu spesies kura-kura air tawar yang populer di Indonesia. Dikenal dengan garis merah mencolok di sisi kepalanya, hewan ini banyak dipelihara sebagai hewan eksotis, terutama karena perawatannya relatif mudah dan bentuknya yang menarik. Di balik popularitasnya sebagai hewan peliharaan, kura-kura Brazil juga memiliki potensi besar dalam dunia peternakan. Artikel ini membahas secara detail cara ternak kura-kura Brazil mulai dari pembibitan, pembuatan kandang, proses bertelur, hingga cara menetaskan telur kura-kura secara tepat.
Potensi Budidaya Kura-Kura Brazil
Budidaya kura-kura Brazil memiliki nilai ekonomi tinggi, baik dari sisi penjualan anakan maupun kura-kura dewasa. Permintaan pasar berasal dari kalangan penghobi, kolektor hewan eksotis, hingga lembaga edukatif dan pet shop. Selain itu, umur hidup yang panjang dan pertumbuhan yang cukup cepat menjadikan kura-kura ini ideal untuk dibudidayakan secara berkelanjutan.
Dalam konteks peternakan, kura-kura Brazil bisa diternakkan di lingkungan rumahan dengan kolam atau wadah plastik besar sebagai habitatnya. Dengan manajemen yang baik, ternak kura-kura Brazil dapat menghasilkan telur secara rutin dan menghasilkan anakan yang sehat dan bernilai jual tinggi.

Menyiapkan Habitat dan Kandang untuk Ternak
Tahapan awal dalam ternak kura-kura adalah menyiapkan lingkungan hidup yang sesuai. Cara membuat kandang kura-kura Brazil bisa disesuaikan dengan skala budidaya. Untuk pemula, kolam semen, aquarium besar, atau bak plastik tebal bisa digunakan.
Kura-kura Brazil membutuhkan dua area penting: area perenangan dan area berjemur. Sediakan air bersih dengan kedalaman minimal setengah dari ukuran tubuh kura-kura. Tambahkan filter untuk menjaga kualitas air. Area darat bisa menggunakan batu pipih atau platform plastik di dalam kolam sebagai tempat mereka berjemur di bawah lampu UV atau sinar matahari alami.
Tanah di sekitar kolam atau wadah perlu diberi pasir halus dan media tanam agar kura-kura betina bisa menggali saat akan bertelur.
Pemilihan Indukan dan Masa Kawin
Agar budidaya kura-kura Brazil berhasil, penting memilih indukan yang sehat dan produktif. Kura-kura betina biasanya lebih besar dari jantan, dengan tubuh membulat dan cangkang lebar. Jantan memiliki cakar depan lebih panjang dan ekor yang lebih besar. Usia ideal untuk reproduksi adalah 3–5 tahun.
Pada musim kawin, perilaku kawin akan terlihat dari kura-kura jantan yang mengibaskan cakarnya ke arah wajah betina. Proses kawin bisa berlangsung beberapa menit hingga satu jam. Setelah beberapa minggu, betina akan mulai mencari tempat untuk bertelur.
Mengenal Bentuk Telur Kura-Kura dan Tempat Bertelur
Bentuk telur kura-kura menyerupai kapsul lonjong berwarna putih. Telur kura-kura Brazil biasanya berjumlah 5 hingga 20 butir per kali bertelur. Proses ini dapat terjadi 2–3 kali dalam satu musim bertelur.
Tempat bertelur harus dibuat dari media lembut seperti pasir, tanah humus, atau campuran tanah dan serbuk kayu. Pastikan area ini cukup lembab namun tidak basah. Indukan akan menggali lubang sekitar 10–15 cm untuk meletakkan telurnya, kemudian menutupnya kembali dengan tanah.
Cara Menetaskan Telur Kura-Kura Brazil
Setelah telur kura-kura Brazil ditemukan, langkah berikutnya adalah melakukan penetasan. Penetasan dapat dilakukan secara alami di tempat bertelur atau secara buatan dalam inkubator.
Untuk cara menetaskan telur kura-kura secara buatan, siapkan wadah plastik dengan campuran vermikulit atau pasir steril. Letakkan telur dalam posisi tetap (jangan dibalik) dengan jarak antar telur. Tutup wadah dan buat lubang ventilasi. Simpan di inkubator bersuhu 28°C–30°C dan kelembapan 70–80%.
Lama waktu penetasan berkisar antara 50–70 hari. Setelah menetas, bayi kura-kura tidak boleh langsung dimasukkan ke kolam. Simpan di wadah terpisah hingga tali pusarnya kering dan menyatu.

Cara Merawat Kura-Kura Brazil Kecil
Setelah menetas, tahap penting selanjutnya adalah perawatan bayi kura-kura. Cara merawat kura-kura Brazil kecil memerlukan ketelatenan karena kondisi tubuh mereka masih lemah dan rentan terhadap penyakit.
Siapkan wadah terpisah dengan air dangkal, area kering, serta pencahayaan UVB. Berikan makanan berupa cacing sutera, pelet khusus bayi kura-kura, atau potongan kecil daging ikan rebus. Air harus diganti setiap hari untuk mencegah infeksi bakteri.
Hindari kontak langsung dengan hewan peliharaan lain dan pastikan bayi kura-kura tidak stres akibat suara bising atau suhu ekstrem. Dalam waktu 1–2 bulan, mereka akan mulai tumbuh lebih kuat dan bisa dipindahkan ke kolam pembesaran.
Cara Memelihara Kura-Kura Brazil dalam Jangka Panjang
Cara memelihara kura-kura Brazil untuk jangka panjang berbeda dengan masa bayi. Kura-kura dewasa membutuhkan ruang renang lebih luas, pakan variatif, serta perawatan air yang lebih ketat. Pakan utama bisa berupa pelet, sayur-mayur seperti kangkung dan selada, serta protein seperti ikan kecil atau udang.
Perawatan rutin meliputi:
- Penggantian air setiap 3–5 hari
- Pemeriksaan cangkang untuk menghindari jamur
- Pembersihan filter dan dasar kolam
- Penyinaran minimal 6 jam per hari dengan cahaya alami atau lampu UV
Kura-kura dewasa juga perlu diajak berjemur agar metabolisme dan daya tahan tubuh tetap optimal.
Peternakan Kura-Kura Brazil: Langkah Menuju Bisnis Serius
Peternakan kura-kura Brazil kini mulai berkembang sebagai unit bisnis baru di sektor reptil eksotis. Selain pasar domestik, permintaan ekspor ke negara Asia Tenggara dan Eropa cukup tinggi. Keuntungan bisa diperoleh dari penjualan indukan, bayi kura-kura, telur fertil, dan produk aksesori pendukung seperti kandang dan pakan.
Langkah awal memulai peternakan kura-kura Brazil:
- Siapkan lahan minimal 5×5 meter untuk kolam dan kandang
- Buat sistem filterisasi air dan drainase
- Mulai dengan 3–5 pasang indukan berkualitas
- Catat siklus bertelur, tanggal penetasan, dan pertumbuhan
Manajemen peternakan meliputi pencatatan reproduksi, perawatan rutin, pemasaran online, dan kerja sama dengan komunitas reptil atau pet shop.

Cara Merawat Kura-Kura Brazil Bagi Pemula
Untuk pemula yang ingin memulai hobi atau ternak kura-kura Brazil, fokus utama adalah menciptakan lingkungan yang nyaman, memahami kebutuhan dasar kura-kura, serta memiliki jadwal perawatan yang konsisten.
Beberapa tips perawatan bagi pemula:
- Hindari kandang yang terlalu sempit
- Jangan memberi makan secara berlebihan
- Perhatikan suhu air dan daratan
- Gunakan lampu UVB khusus reptil
- Rutin bersihkan kolam dan tempat makan
Dengan pemahaman dasar yang baik, pemula dapat menjaga kesehatan kura-kura dan bahkan mengembangkan hobi ini menjadi usaha peternakan yang menghasilkan.
Budidaya Kura-Kura Brazil sebagai Peluang Usaha
Cara ternak kura-kura Brazil tidak hanya sekadar hobi, tetapi juga bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Dengan pemilihan indukan yang tepat, lingkungan hidup yang sehat, serta teknik penetasan telur yang benar, peternakan kura-kura Brazil bisa berkembang dari skala kecil hingga besar.
Budidaya kura-kura Brazil membutuhkan kesabaran dan ketekunan, namun dengan pendekatan yang benar, potensi keuntungannya sangat menggiurkan. Mulailah dari perawatan yang benar, pemahaman siklus reproduksi, hingga pencatatan data untuk mengelola produksi secara sistematis.