Cara Menanam Bengkoang: Panduan Lengkap dari Awal Hingga Panen Melimpah

Pertanian20 Views

Bengkoang, atau dikenal juga sebagai bengkuang (Pachyrhizus erosus), adalah tanaman umbi yang populer di Indonesia. Umbinya yang berwarna putih sering dikonsumsi sebagai buah segar, bahan rujak, atau dijadikan masker alami untuk perawatan kulit. Selain rasanya yang manis dan segar, bengkoang juga memiliki berbagai manfaat kesehatan, seperti membantu mengontrol kadar gula darah, menurunkan kolesterol, dan mencegah sembelit.

Untuk mendapatkan hasil panen bengkoang yang optimal, diperlukan pemahaman mendalam tentang teknik budidaya yang tepat. Artikel ini akan membahas secara komprehensif cara menanam bengkoang, mulai dari persiapan lahan hingga panen, serta faktor-faktor penting lainnya yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman ini.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bengkoang

Sebelum memulai budidaya, penting untuk memahami klasifikasi dan morfologi tanaman bengkoang:

Klasifikasi Ilmiah:

  • Kingdom: Plantae
  • Divisi: Magnoliophyta
  • Kelas: Magnoliopsida
  • Ordo: Fabales
  • Famili: Fabaceae
  • Genus: Pachyrhizus
  • Spesies: Pachyrhizus erosus

Morfologi Tanaman:

  • Akar: Bengkoang memiliki akar tunggang yang berkembang menjadi umbi berwarna putih dengan kulit tipis berwarna coklat muda. Umbi ini berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan.
  • Batang: Batangnya menjalar dan membelit, dapat mencapai panjang hingga 5 meter. Batang berwarna hijau dengan permukaan halus dan sedikit berbulu.
  • Daun: Daun majemuk menyirip dengan tiga anak daun berbentuk bulat telur atau belah ketupat. Ujung daun meruncing, tepi bergerigi, dan permukaan daun berambut halus.
  • Bunga: Bunga bengkoang berbentuk kupu-kupu, berwarna biru keunguan atau putih.
  • Buah dan Biji: Buah berbentuk polong dengan biji berwarna coklat tua hingga hitam yang digunakan untuk pembibitan.

Cara Menanam Bengkoang

1. Persiapan Lahan

Tanah yang digunakan untuk menanam bengkoang harus gembur dan kaya akan bahan organik. Berikut langkah-langkah persiapan lahan:

  • Pilih tanah yang memiliki pH antara 5,5-6,5.
  • Lakukan penggemburan tanah dengan membajak atau mencangkul sedalam 30 cm.
  • Berikan pupuk kandang atau kompos untuk meningkatkan kesuburan tanah.
  • Buat bedengan dengan lebar 1 meter dan tinggi sekitar 20 cm agar drainase optimal.

2. Pemilihan dan Penanaman Benih

Benih bengkoang berasal dari biji yang telah dikeringkan. Berikut langkah-langkah penanamannya:

  • Pilih benih dari tanaman unggul yang sehat dan bebas penyakit.
  • Rendam benih dalam air hangat selama 12 jam sebelum ditanam.
  • Tanam benih pada bedengan dengan kedalaman 2-3 cm dan jarak antar tanaman sekitar 30-40 cm.
  • Tutup lubang tanam dengan tanah tipis dan siram dengan air secukupnya.

Cara Menanam Bengkuang dari Umbi

Selain dari biji, bengkoang juga bisa ditanam dari umbi:

  • Pilih umbi bengkoang yang sehat dan tidak cacat.
  • Biarkan umbi dalam kondisi kering selama 3-5 hari sebelum ditanam.
  • Tanam umbi di tanah dengan kedalaman 5-7 cm.
  • Pastikan umbi tidak tertanam terlalu dalam agar dapat tumbuh dengan optimal.

Cara Budidaya Bengkoang

1. Penyiraman

Bengkoang membutuhkan kelembaban tanah yang cukup, terutama pada awal pertumbuhan. Penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari tergantung kondisi cuaca.

2. Pemupukan

Pemupukan dilakukan dalam beberapa tahap:

  • Pupuk Dasar: Pupuk kandang atau kompos sebanyak 15-20 ton per hektar sebelum tanam.
  • Pupuk Susulan: Pupuk NPK dengan komposisi 10:20:15 diberikan setelah tanaman berumur 30 hari.
  • Pupuk Tambahan: Pupuk urea sebanyak 100 kg per hektar untuk mendukung pertumbuhan umbi.

3. Pengendalian Gulma dan Hama

  • Lakukan penyiangan secara berkala untuk mencegah pertumbuhan gulma yang dapat menghambat pertumbuhan bengkoang.
  • Gunakan pestisida nabati untuk mengendalikan hama seperti ulat dan kutu daun.

4. Pemangkasan Tunas

Agar pertumbuhan umbi optimal, lakukan pemangkasan tunas setelah tanaman berumur 2 bulan. Pemangkasan bertujuan untuk mengarahkan energi tanaman ke pembentukan umbi.

Jarak Tanam Bengkoang

Jarak tanam yang ideal akan berpengaruh pada hasil panen. Jarak tanam yang disarankan:

  • Jarak antar baris: 50-60 cm
  • Jarak antar tanaman: 30-40 cm

Dengan jarak tanam yang tepat, setiap tanaman memiliki ruang yang cukup untuk berkembang dan menghasilkan umbi yang besar.

Ciri-ciri Bengkoang yang Siap Panen

Panen dilakukan setelah tanaman berumur 4-5 bulan. Ciri-ciri bengkoang yang siap dipanen antara lain:

  • Daun mulai menguning dan layu.
  • Umbi sudah mencapai ukuran maksimal dan terasa padat saat ditekan.
  • Kulit umbi kering dan tidak terlalu lembek.

Cara Panen Bengkoang

Panen dilakukan dengan cara mencabut tanaman beserta umbinya dari tanah. Gunakan cangkul atau garpu tanah untuk membantu mengangkat umbi agar tidak rusak. Setelah dipanen, umbi bisa disimpan di tempat yang kering dan sejuk agar tetap segar.

Rahasia Sukses Menanam Bengkoang untuk Hasil Panen Melimpah

Budidaya bengkoang memerlukan teknik yang tepat mulai dari pemilihan benih, pengolahan tanah, pemupukan, hingga pemanenan. Dengan metode yang benar, hasil panen akan lebih optimal dan berkualitas tinggi. Pastikan untuk selalu memperhatikan faktor lingkungan seperti kelembaban dan serangan hama agar tanaman bengkoang tumbuh subur dan produktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *